Jumat, 09 Oktober 2009

Ouhh...

aku bingung dengan diriku ini.
ingin rasanya punya banyak ide untuk ditulis, tapi aku tak tahu apa yang mau aku tulis.
ada banyak hal yang ingin aku utarakan, tapi aku tak tahu harus mulai dari mana.
aku sering bingung dengan diriku.
bodohkah aku yang tak tahu harus bagaimana?
tidak. aku tidak bodoh. aku yakin aku tidak bodoh.
aku hanya tidak berani, tidak berani untuk memulai sesuatu.
tapi aku selalu berusaha untuk total ketika aku sudah memulai sesuatu.
oh Tuhan, bantulah aku..
oh inspirasi, muncullah kau di benakku..
kenapa kau jarang-jarang menempel padaku?
hinakah aku untuk kau dekati?
burukkah aku untuk kau rangkul?
aku bukannya mau mengeluh,
aku bukannya mau mengesah,
tapi aku cuma ingin memanggil inspirasi agar datang menghinggapiku,
bersamaku selalu...

Sukses dalam Keterbatasan

Kesuksesan..

Orang-orang selalu mengukur kesuksesan dari jumlah materi yang dapat diraih.
Semakin banyak materi yang diraih maka dapat dikatakan sangat sukseslah orang itu.
Padahal sukses itu tak selalu dapat dikonversikan ke dalam materi.
Bertanya pada orang yang sudah bergelimangan harta berkat kesuksesan, mereka akan menjawab bahwa bukan materi yang menjadi tolok ukur untuk disebut sukses.

Memang ukuran kesuksesan tiap orang berbeda-beda.
Ada yang menyebut sukses itu kalau sudah berkelimpahan materi dan ada pula yang menyebut sukses itu dari seberapa kepuasan batin yang dapat dicapai.
Buat saya sendiri, sukses memang identik dengan materi tetapi tidak harus diukur dengan seberapa banyak materi yang diperoleh.

Sukses dalam keterbatasan akan lebih memuaskan.
Bisa memanfaatkan segala keterbatasan yang ada pada kita untuk mencapai kesuksesan akan memberikan sesuatu yang lebih daripada materi. Sukses dalam keterbatasan punya banyak sisi positif. Kita diajari untuk menghargai sesuatu yang kita miliki, membantu diri kita untuk tetap down to earth apabila kita mengalami suatu kemajuan, keterbatasan juga membantu kita untuk berpikir lebih efisien, kreatif dan positif, dan ada suatu kepuasan yang sangat-sangat besar dibandingkan sukses dalam kelimpahan.
Bukan berarti sukses dalam kelimpahan itu biasa-biasa saja dan bukan berarti sukses dalam keterbatasan itu mulia. Sukses yang baik adalah manakala kita dapat mencapai apa yang kita targetkan dengan usaha dan upaya yang berasal dari diri kita demi kepuasan diri dan kemanfaatan bagi banyak orang..



*adhep

Kekagumanku pada Mama

mama..

mamaku bukanlah penyanyi yang bersuara indah,
tetapi ia dapat menyanyikan lagu-lagu indah dengan sepenuh hatinya untukku.

mamaku bukanlah koki handal seperti yang dimiliki hotel-hotel bintang lima,
tetapi ia selalu membuatkan masakan terenak bagiku setiap hari.

mamaku bukanlah dokter ataupun perawat,
tetapi ia tahu dengan baik bagaimana harus menanganiku di kala aku sakit.

mamaku bukanlah guru yang pandai,
tetapi ia selalu berusaha mengajariku pelajaran sekolah, bahkan mengajariku banyak hal.

mamaku bukanlah badut ataupun pelawak,
tetapi ia selalu bisa membuatku tersenyum dan tertawa setiap saat.

mamaku bukanlah pedongeng yang baik,
tetapi ia sering menceritakan cerita-cerita yang menarik perhatianku.

mamaku bukanlah superhero,
tetapi ia dengan berani menghadapi sesuatu yang ditakutinya untuk melindungiku.

mamaku bukanlah artis terkenal,
tetapi ia sangat kuidolakan.ya, mamaku sangat kuidolakan dan kusayangi karena ia bukanlah siapa-siapa,
melainkan ia adalah mamaku.

wanita yang selalu ada buatku di saat aku senang dan sedih.
wanita yang akan selalu menerima apa adanya diriku.
wanita yang rela mengorbankan kesenangannya demi diriku.
wanita yang selalu mengatakan benar meskipun aku salah.
wanita yang mengajariku banyak hal.wanita yang mencintai diriku lebih dari dirinya sendiri.
wanita itu adalah mama, mamaku, mamamu, mama setiap insan di dunia.
kucinta mama karena ia bukanlah siapa-siapa,
kucinta dia karena dia adalah mamaku..


Mom, thanks for everything you've done for me.
I know that I did a lot of mistakes to you, but you faced me patiently..
Thanks Mom for your dedication to keeping me.
Thanks for always there for me in any conditions.
I'm sorry I can't do something nice for you now,
but with your prayer, I promise to do the best for you..
Please, always besides me, Mom. I always need you..
Today is your birthday and I wish all the best for your life.
I pray that God always keeping you anytime and anywhere..
Happy birthday, Mom. Love You :)


*from adhep for my mom ^^

Rabu, 07 Oktober 2009

Hidup Selalu Belajar

Sudah lulus S1 atau S2 atau bahkan S3?
Merasa paling pandai karena sudah menyandang gelar doktor?
Atau karena sudah bertitlekan profesor? Jangan gegabah dahulu dan introspeksi diri karena bisa jadi anda hanya terjebak dalam gelar-gelar tersebut.

Hidup itu belajar
Dari sejak awal manusia dilahirkan, manusia selalu mengalami proses belajar. Selama hidup proses itu tidak akan berhenti. Selalu ada hal-hal yang bisa menjadi obyek pembelajaran, entah itu hal-hal besar maupun hal kecil. Menarik untuk dipelajari dan dipahami.
Banyak diantara kita yang setelah lulus perguruan tinggi merasa sudah cukup untuk menjalani proses "belajar". Padahal, secara tidak sadar, itu juga pembelajaran. Belajar untuk memandang sesuatu dari sudut pandang yang lain.
Seiring berjalannya waktu, mengikuti perkembangan zaman, proses pembelajaran pun beragam metode. Dengan petuah, nasihat, belajar di intitusi pendidikan, belajar dari teman, belajar dari buku, belajar dari internet, belajar sendiri pun menjadi metode yang lazim digunakan.
Tak masalah bagaimana cara kita mempelajari sesuatu, yang penting adalah ilmu yang didapat dan proses yang dijalani. Karena dari ilmu dan proses yang dijalani inilah kita akan membentuk karakter diri dan pribadi untuk menjalani hari-hari yang penuh pembelajaran.

Anak kecil dan Profesor
Jangan sebut anak kecil sebagai orang yang bodoh dan jangan sebut seorang profesor sebagai orang yang paling pandai. Keduanya tak ada bedanya. Sama-sama masih belajar dan saling belajar satu sama lain.
Suatu ketika ada seorang anak kecil yang diajak ibunya untuk jalan-jalan di sebuah taman kota. Di taman itu terdapat orang-orang yang dengan tujuannya masing-masing datang ke taman tersebut. Si anak merasa senang karena taman kota itu ramai orang.
Lalu si anak dan ibunya duduk di sebuah bangku panjang dimana ada seorang lelaki cukup umur yang duduk di sana sembari membaca sebuah buku. Sang ibu berniat membelikan anaknya itu makanan yang dijual pinggir taman itu, dan ibu itu meninggalkan anaknya duduk di bangku taman.

Si anak merasa bosan dan kesepian, lalu ia mencoba mendekati lelaki yang duduk satu bangku dengan dirinya itu. kemudian bertanya pada lelaki itu, "Kakek, buku apa yang sedang kau baca?"
Sang lelaki itupun menoleh dengan sedikit keheranan dan berkata, "Aku sedang membaca buku mengenai bagaimana merawat anjing dengan baik."
"Kenapa kau ingin membaca buku seperti itu, Kakek?" tanya anak kecil lagi.
Dan lelaki itu menjawab, "Aku ingin memelihara anjing karena yang kutahu anjing itu hewan yang setia. Dan kenapa kau memanggilku dengan sebutan 'Kakek', Nak?"
Si anak menyahut, "Karena rambutmu banyak yang putih seperti kakekku. Hahaha.."
Dengan kesal lelaki itu menjawab, "Aku tidak sama seperti kakekmu, rambutku putih karena aku adalah seorang profesor. Aku sering menggunakan keseharianku untuk meneliti dan berpikir di laboratorium dan inilah akibatnya, rambutku memutih lebih cepat."

Sahut anak kecil, "Oh maafkan aku, aku tidak tahu, Paman. Oh iya, kenapa kau ingin merawat anjing harus membaca buku dahulu? Aku juga memelihara beberapa ekor anjing dan aku tidak pernah membaca buku seperti itu sebelumnya, karena yang kutahu memelihara anjing tidaklah begitu repot, Paman. Jika kau benar-benar ingin memelihara anjing, sayangilah mereka seperti kau menyayangi dirimu. Anjing senang disayangi dan jika Paman merawatnya dengan hati hal itu akan menjadi menyenangkan dan mudah Paman."

Setelah mendengar perkataan anak kecil tersebut, lelaki itu terdiam sejenak dan merenung. Sudah lama sekali ia tidak mendengar pernyataan itu, melakukan sesuatu dengan hati. Kemudian lelaki itu berkata; "Terimakasih, Nak, kau sudah mengajariku hal yang selama ini aku lupakan. Terimakasih."
Ia tersenyum dan bangkit berdiri lalu meninggalkan anak kecil itu sendirian duduk di bangku.
Tak lama kemudian, ibu anak kecil datang dengan membawa bungkusan makanan kemudian memberikan pada anak kecil tadi untuk dimakan. Lalu anak kecil itu berkata dengan polos pada ibunya, "Ibu, ternyata orang yang berambut putih itu belum tentu ia kakek-kakek ya.."

Yaa.. seperti itulah kira-kira bagaimana anak kecil dan profesor saling belajar. Sang anak belajar bahwa apa yang dilihat tak selamanya begitu dan sang profesor belajar bahwa semua hal akan terasa lebih menyenangkan bila dilakukan dengan hati.
Kita sebagai manusia sering melupakan pembelajaran-pembelajaran kecil manakala kita disibukkan dengan pembelajaran besar. Awal dari pembelajaran besar itu ada pada pembelajaran yang kecil yang ada di sekitar kita.

Jangan pernah merasa bodoh ataupun pandai, kita semua sama.
Sama-sama sedang belajar, menjalani proses kehidupan.
Semangat dan berjuanglah, tidak perlu malu kalau kita masih sering salah.
Tak perlu takut kalau kita masih sering gagal dan jatuh.
Dengan melakukan kesalahan, kita belajar mencari dan membuat yang benar.
Dengan jatuh, kita belajar bagaimana caranya untuk berdiri lagi.
Dengan mengalami kegagalan, kita belajar bahwa mencapai kesuksesan itu tak mudah..

Selama masih hidup, belajarlah..
Jangan berhenti belajar, karena dengan banyak belajar kita akan semakin dekat dengan kesuksesan kita...



*adhep

Senin, 05 Oktober 2009

Bermimpilah...

Bermimpilah..
Jangan pernah takut untuk bermimpi.
Tak ada yang salah dengan membuat suatu mimpi,
bahkan banyak sekalipun.

Mimpi adalah awal kita untuk menapaki tangga kesuksesan

Dengan bermimpi kita merangkai suatu asa,
asa yang jika diikuti niat dan usaha serta doa
akan menjadi suatu kenyataan...
Kenyataan yang diliputi kesuksesan..


*adhep

Minggu, 04 Oktober 2009

Bukan Tuhan yang Meninggalkan Kita...




Suatu ketika, ada seorang ayah bersama anak lelakinya sedang berlibur di pantai.
Di pantai itu, suasana sangat menyenangkan.
Lalu sang anak lelaki berkata pada ayahnya,
"Ayah, aku boleh bermain dengan ombak ya? Aku ingin main air."

Kemudian sang ayah tersenyum dan berkata,
"Baiklah, tetapi kau jangan bermain terlalu jauh. Berbahaya. Ayah akan mengawasimu dari pinggir pantai."

Dengan girang, sang anak tersenyum dan segera berlari menuju air.
Ia bermain kejar-kejaran dengan ombak-ombak kecil yang berkejaran di pasir nan bersih itu.
Sang anak lelaki terlihat senang.
Sang ayah pun merasa senang ketika melihat anaknya tertawa berkejar-kejaran dengan ombak.
Pria setengah baya itu pun terus mengawasi anak kesayangannya itu.

Semakin senang dengan ombak yang ada di pinggir pantai,
sang anak semakin terlena dan penasaran dengan ombak-ombak lain

yang ada di tengah laut.
Ia pun berjalan menuju ke tengah.
Sang ayah yang melihat anak lelakinya berjalan menuju ke tengah laut,

memperingatkan dan berteriak,
"Nak, kembali! Jangan bermain ke sana! Berbahaya! Bermain di sini saja!"

Tetapi si anak tak menghiraukannya.
Ia merasa tidak akan kenapa-kenapa.
Ia pun terus berjalan menuju ke tengah laut.
Air laut yang tadinya hanya selututnya, terus bertambah naik.
melewati lutut, sepaha, seperut, dan naik menuju sedadanya.

Sang ayah terus memanggil-manggilnya dan panik,
tetapi si anak tetap tak menghiraukan ayahnya..
Ia asyik berjalan di air, dan tiba-tiba ia terperosok dan jatuh di dalam air.
I gelagapan mencari nafas dan berteriak-teriak memanggil ayahnya.
Ayahnya, yang mengetahui hal itu, segera berlari dan masuk ke dalam airuntuk menyelamatkan anaknya.
I berenang menuju ke tempat anaknya dan segera menggendong
anak lelakinya yang hampir tenggelam itu.
Kemudian ayahnya membawanya menuju ke pinggir pantai,
dan ayahnya berkata,
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun, Nak.
Tetapi lihatlah apa yang kau perbuat. Kaulah yang menjauh dariku, anakku."

Seketika itu juga sang anak menangis dan memeluk ayahnya dengan erat.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun.
Tetapi karena kita sibuk sendiri dengan kesenangan-kesenangan kita,
kitalah yang justru menjauhiNya.
melupakanNya perlahan-lahan, dan mengabaikanNya
seolah kita akan baik-baik saja tanpaNya.

Jangan pernah menjauh dari Tuhan.
Dekatkanlah dirimu pada Tuhanmu.
Dan berdoalah selagi kau masih bisa berdoa,
karena doamu bisa mengubah segalanya...
Karena Tuhan akan selalu ada untukmu... :)



*adhep



07.03 pm

Easy but confusing :D

My first and the only blog.
I ever thought to make a blog, but I never mind that this day I made it.
Happy? Of course. :D
Confuse? Yeah, a little.

Hope this blog can be my journal where I can share my life activities, my experiences,
and my problem (I hope nothing really be a serious problem). hohohoo ^^
Too much I want to write on but nothing can be written now. hehehe
so silly :")

olaa.. just hope I can always write on and write on :) :) :)

*adhep

06.25 pm