Minggu, 04 Oktober 2009

Bukan Tuhan yang Meninggalkan Kita...




Suatu ketika, ada seorang ayah bersama anak lelakinya sedang berlibur di pantai.
Di pantai itu, suasana sangat menyenangkan.
Lalu sang anak lelaki berkata pada ayahnya,
"Ayah, aku boleh bermain dengan ombak ya? Aku ingin main air."

Kemudian sang ayah tersenyum dan berkata,
"Baiklah, tetapi kau jangan bermain terlalu jauh. Berbahaya. Ayah akan mengawasimu dari pinggir pantai."

Dengan girang, sang anak tersenyum dan segera berlari menuju air.
Ia bermain kejar-kejaran dengan ombak-ombak kecil yang berkejaran di pasir nan bersih itu.
Sang anak lelaki terlihat senang.
Sang ayah pun merasa senang ketika melihat anaknya tertawa berkejar-kejaran dengan ombak.
Pria setengah baya itu pun terus mengawasi anak kesayangannya itu.

Semakin senang dengan ombak yang ada di pinggir pantai,
sang anak semakin terlena dan penasaran dengan ombak-ombak lain

yang ada di tengah laut.
Ia pun berjalan menuju ke tengah.
Sang ayah yang melihat anak lelakinya berjalan menuju ke tengah laut,

memperingatkan dan berteriak,
"Nak, kembali! Jangan bermain ke sana! Berbahaya! Bermain di sini saja!"

Tetapi si anak tak menghiraukannya.
Ia merasa tidak akan kenapa-kenapa.
Ia pun terus berjalan menuju ke tengah laut.
Air laut yang tadinya hanya selututnya, terus bertambah naik.
melewati lutut, sepaha, seperut, dan naik menuju sedadanya.

Sang ayah terus memanggil-manggilnya dan panik,
tetapi si anak tetap tak menghiraukan ayahnya..
Ia asyik berjalan di air, dan tiba-tiba ia terperosok dan jatuh di dalam air.
I gelagapan mencari nafas dan berteriak-teriak memanggil ayahnya.
Ayahnya, yang mengetahui hal itu, segera berlari dan masuk ke dalam airuntuk menyelamatkan anaknya.
I berenang menuju ke tempat anaknya dan segera menggendong
anak lelakinya yang hampir tenggelam itu.
Kemudian ayahnya membawanya menuju ke pinggir pantai,
dan ayahnya berkata,
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun, Nak.
Tetapi lihatlah apa yang kau perbuat. Kaulah yang menjauh dariku, anakku."

Seketika itu juga sang anak menangis dan memeluk ayahnya dengan erat.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun.
Tetapi karena kita sibuk sendiri dengan kesenangan-kesenangan kita,
kitalah yang justru menjauhiNya.
melupakanNya perlahan-lahan, dan mengabaikanNya
seolah kita akan baik-baik saja tanpaNya.

Jangan pernah menjauh dari Tuhan.
Dekatkanlah dirimu pada Tuhanmu.
Dan berdoalah selagi kau masih bisa berdoa,
karena doamu bisa mengubah segalanya...
Karena Tuhan akan selalu ada untukmu... :)



*adhep



07.03 pm

0 komentar:

Posting Komentar